Info Seputar Uang

Konsep Memelihara Harta Kekayaan Sesuai Sistem Keuangan Syariah

Konsep Memelihara Harta Kekayaan Sesuai Sistem Keuangan Syariah_Dalam mencari penghasilan untuk kehidupan sehari-hari, Islam menganjurkan untuk melakukan niaga juga pekerjaan yang halal. Pekerjaan dan niaga, bukan hanya sekedar untuk menunjang hidup sehari-hari melainkan juga digunakan dalam keperluan berzakat, menunaikan haji, infak, dan lain sebagainya. Penggunaan harta sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, supaya berguna bukan  hanya didunia melainkan juga di akhirat nanti. Meski harta yang dimiliki tidak akan dibawa mati, namun nyatanya, keberadaan harta bisa membantu meraih pahala melalui zakat dan sedekah.
Konsep Memelihara Harta Kekayaan Sesuai Sistem Keuangan Syariah

A. Memelihara harta sesuai dengan sistem keuangan syariah

Dalam menggunakan harta, beberapa ketentuan syariah yang berikut ini bisa dijadikan sebagai pedoman supaya harta yang ada menjadi lebih bermanfaat.

1. Bayar zakat sesuai dengan ketentuan
Membayar zakat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sama seperti berinfak dan sedekah, membayar zakat mampu membersihkan harta yang kita miliki supaya lebih berkah bagi pemiliknya.

2. Berinfak dan shodaqoh
Sedikit banyaknya harta yang dimiliki, ada baiknya sebagai umat muslim, untuk senantiasa berinfak dan shodaqoh. Berinfak dan shodaqoh, bukan hanya membuat hidup menjadi lebih tenang karena dekat dengan Allah melainkan juga membuat harta yang dimiliki menjadi lebih bersih dan membawa berkah.

Berinfak dan shodaqoh bisa dilakukan dimana saja asalkan dengan niat yang iklhas.  Membagi sebagian kekayaan dengan orang yang membutuhkan, dapat meringankan beban mereka.

3. Tidak berlaku boros
Boros adalah ketika seseorang membelanjakan harta yang dimiliki secara sembarangan tanpa pandang apakah benda tersebut merupakan kebutuhan atau hanya sekedar kesenangan. Sifat boros bukan hanya sifat buruk yang dilarang melainkan juga membuat pelakunya jatuh dalam lubang kemiskinan.

Menghindari perilaku boros bisa dilakukan dengan cara menabung dan yang pasti tidak mudah tergoda dengan banyaknya produk ataupun jasa yang ditawarkan di luar sana. Menghilangkan perilaku buruk yang satu ini, bisa pula dilakukan dengan cara membuat anggraan keuangan supaya anda mengetahui dengan betul kemampuan finansial dengan baik.

Menabung merupakan salah cara menghindari sifat boros. Dengan menabung, masa depan menjadi lebih terjamin terlebih saat kita keuangan yang dimiliki tidak menentu. Untuk menabung di bank, anda bisa memilih bank syariah, yang menggunakan sistem dan hukum islam dalam menjalankan perbankan yang ada.

4. Memberi bantuan tanpa disertai pemberlakukan bunga
Mereka yang tengah berada dalam kesusahan ekonomi, merupakan kesempatan bagi kita untuk membantunya dan bukan malah membuat mereka semakin tertekan. Jikapun ingin membantu, lakukan dengan iklhas tanpa perlu melengkapinya dengan aturan-aturan bunga yang membuat uang tidak berkah.

Penerapan bunga pada suatu pinjaman, hanya akan menambah kesusahan dari pihak penerima. Terlebih saat si peminjam tidak mampu membayar uang tepat waktu, bunga yang makin membengkak  akan menggerogoti harta yang mereka miliki.

Pemberlakukan bunga merupakan sistem riba yang dimusuhi ALLAH dan Rasulnya. Mereka yang gemar memakan riba, kelak di hari kiamat nanti, akan dibangkitkan layaknya orang gila dan kesurupan.

5. Meringankan kesulitan mereka yang berhutang
Seseorang yang memiliki harta yang berlebih, ada baiknya menggunakannya dengan baik. Contoh nyata dalam hal ini adalah dengan membantu saudara yang tengah kesusahan. Jangan sampai harta yang dimiliki, hanya disimpan untuk pribadi dan bersikap acuh dengan mereka yang tengah membutuhkan.

Saat saudara berada dalam kesulitan terutama masalah finansial, segeralah membantunya. Anda tidak akan tahu kapan saat situasi berbalik dan membuat anda yang ganti membutuhkan bantuan darinya.

B. Transaksi yang dilarang

Dalam mencari nafkah bagi keluarga ataupun bagi diri sendiri, ada beberapa transaksi yang dilarang dan sebaiknya dihindari. Beragam transaksi tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

1. Riba
Dalam Alqur’an banyak sekali ayat yang menegaskan bahaya riba dan pelarangannya. Riba bukan hanya membuat perekonomian makin mundur melainkan juga membuat akhlak  dan pikiran seseorang menjadi berubah dan serakah.

Riba membuat seseorang berubah menjadi makin tamak dengan cara menghisap darah dan keringat dari saudara mereka sendiri. Riba juga mampu mematikan perasaan kasih sayang antar sesama dan mengubahnya menjadi sifat mau menang sendiri dengan cara menimbun banyak harta haram tanpa peduli susah dukanya saudara.

2. Penipuan
Penipuan dapat terjadi ketika infomasi yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini bisa berupa banyak hal, mulai dalam hal kuantitas, harga hingga waktu penyerahan dari jasa atau barang yang ditransaksikan.

3. Judi
Judi merupakan hal yang terlarang dan sebaiknya dihindari. Judi sendiri, dapat membuat seseorang jatuh dalam lubang kemiskinan akibat menggantungkan diri dengan harapan serta untung- untungan dari tindakan judi.

Dalam mengatur keuangan, sebaiknya dilakukan sebaik mungkin dengan pedoman keuangan syariah seperti yang telah dibahas. Ingat, sebanyak apapun harta yang dimiliki seseorang, harta tersebut tidak akan berguna ketika dia mati. Inilah kenapa membiasakan infak dan bersedekah saat masih hidup, merupakan langkah baik untuk mendaya gunakan harta kita.
Back To Top