Info Seputar Uang

Pengertian dan Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank beserta Contohnya

Pengertian, Fungsi, dan Contoh Lembaga Keuangan Bukan Bank atau Non Bank_Apa yang dimaksud dengan lembaga keuangan bukan bank? Lembaga Keuangan Bukan Bank ( LKBB ) adalah lembaga keuangan yang dalam kegiatannya tidak dapat menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat sebagaimana yang dilakukan oleh bank. LKBB hanya melakukan kegiatan di bidang jasa keuangan, misalnya jasa asuransi, dana pensiun, pasar modal, dan pembiayaan. ( http://ekonomi-sosiologi-geografi.blogspot.co.id/  ). Ada banyak contoh lembaga keuangan dan bukan hanya bank semata. Beragam lembaga keuangan yang ada, dibentuk untuk mengatasi masalah ekonomi dalam masyarakat. Lembaga keuangan yang bukan bank antara lain adalah badan keuangan yang didirikan oleh warga negara serta badan hukum asing dari lembaga keuangan yang berada di luar negeri.
Pengertian dan Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank beserta Contohnya

Fungsi lembaga keuangan bukan bank 
Keberadaan badan keuangan bukan bank, memiliki banyak fungsi, bukan hanya bagi masyarakat melainkan juga bagi negara. Adapun fungsi dari lembaga- lembaga keuangan tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

1. Bertugas sebagai penghimpun dana dalam masyarakat dengan cara mengeluarkan surat berharga.
2. Menjadi perantara bagi perusahaan yang berada di Indonesia serta badan hukum dari pemerintah dalam mendapatkan kredit entah dari dalam maupun dari luar negeri.
3. Pemberian kredit yang berjangka panjang maupun menengah pada proyek yang dimiliki oleh pihak swasta ataupun pemerintah.
4. Melakukan usaha lain namun tetap dalam bidang keuangan setelah adanya persetujuan dari menteri keuangan.
5. Melakukan adanya penyertaan modal yang berada di perusahaan serta penjualan saham dalam pasar modal.

Contoh lembaga keuangan bukan bank
Di masyarakat, terdapat banyak contoh lembaga keuangan bukan bank seperti halnya dana pensiun, perusahaan sewa guna, koperasi kredit, dan perusahaan peransuransian.

1. Dana pensiun
Dana pensiun, merupakan dana yang diberikan kepada pegawai untuk mencukupi kebutuhan di hari tua mereka. Keberadaan dana pensiun sendiri memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai seperti yang berikut ini.
a. Sebagai jaminan untuk masa pensiu bagi kalangan pegawai
b. Untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang bersifat panjang

2. Perusahaan sewa guna
Perusaahan sewa guna didirikan untuk memberikan pinjaman bagi perorangan atau bagi mereka dengan kekuatan ekonomi yang lemah. Adapun pinjaman yang diberikan memiliki jumlah yang bergantung pada jenis barang yang digunakan sebagai jaminan. Pemberian kredit yang dilakukan, tidak memperhatikan untuk apa pinjaman tersebut diberikan.

Perusahan sewa guna umumnya menerima jaminan berupa benda yang bergerak ataupun yang tidak bergerak. Jaminan tersebut akan diberikan kepada pemberi kredit tanpa adanya akta dari notaris. Jika pihak peminjam tidak segera membayar pinjaman yang diberikan, pihak pegadaian akan memberikan peringan hingga tiga kali. Jika memang jaminan tidak bisa dibayarkan, benda yang digadaikan akan dilelang dalam masyarakat.

3. Koperasi kredit
Koperasi ini merupakan koperasi yang menerima simpanan serta pinjaman pada anggota yang sedang memerlukan. Koperasi ini dibentuk dengan tujuan memberantas riba dalam masyarakat. Bukan hanya itu, pendirian koperasi kredit juga dilakukan untuk mendidik anggota supaya hidup dengan hemat dan gemar menabung.

Adapun fungsi koperasi kredit secara umum adalah sebagai berikut.
  • Membantu masyarakat yang merupakan anggota untuk keperluan pemenuhan kebutuhan mereka. Syarat yang diajukan dalam koperasi kredit juga tidak memberatkan.
  • Mendorong tumbuhnya sikap peduli dengan sesama melalui kegiatan simpan ataupun pinjam
  • Mendorong para anggota koperasi untuk hidup hemat dengan cara menabung
  • Menambah pengetahuan bagi anggota mengenai sistem kerja koperasi
  • Mendorong terjadinya pemupukan modal dengan cara menabung 
Keberadaan koperasi simpam pinjam ataukoperasi kredit, membuat terjadinya perputaran modal menjadi lebih cepat di masyarakat.

4. Asuransi
Asuransi merupakan perjanjian yang dilakukan antara seorang penanggung yang mengikatkan diri dengan masyarakat sebagai tertanggung. Pihak tertanggung, akan menerima ganti rugi atas peristiwa yang terjadi dan merugikan bagi pihak pembayar premi.

Beberapa contoh dari perusahaan asuransi antara lain adalah asuransi jiwasraya, tenaga kerja, asuransi kerugian Jasa Raharja, serta asuransi Bumi Putra, dan lain-lain.

Dalam asuransi ada 2 pihak terkait yakni pihak tertanggung yang merupakan pihak yang berkewajiban membayar premi pada asuransi. Selain itu ada pula pihak penanggung yang merupakan pihak penerima yang akan menanggung atau memberi ganti rugi saat ada kejadian yang merugikan si pembayar premi.

Lembaga asuransi dalam masyarakat, memiliki peran layaknya pegadaian yaitu sebagai pihak yang diberi pelimpahan resiko serta lembaga lembaga yang menyerap dana dari masyarakat. Keberadaan asuransi sendiri terbukti mampu mengurangi kerugian yang terjadi akibat hal yang tidak diinginkan. Tidak heran jika banyak yang mengikuti jenis lembaga keuangan yang satu ini.


5. Pasar modal
Lembaga ini disebut sebagai pertemuan antara transaksi dari para pencari dana dengan mereka yang ingin berinvestasi atau investor.

Emiten atau seorang pencari dana, dalam pasar modal adalah mereka yang merupakan perusahaan yang tengah menjual efek atau surat berharga layaknya saham serta obligasi yang ada di pasar modal.

Investor, merupakan pihak yang ingin membeli efek dari suatu perusahaan tertentu yang menurut mereka mampu memberi keuntungan. Pasar modal juga dikenal sebagal bursa efek.

Bursa efek di Indonesia, dulunya hanya ada dua yakni yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. Pada akhirnya, kedua bursa efek dengan lokasi yang berbeda tersebut digabung menjadi bursa efek Indonesia.

6. Pasar valuta asing
Yang dimaksud dengan pasar valuta asing adalah ketika ada transaksi valuta asing entah yang dilakukan oleh dalam ataupun luar negeri. Transaksi dalam pasar valuta asing, umumnya dilakukan oleh badan usaha ataupun perorangan untuk mencapai tujuan tertentu.

7. Pasar uang
Pasar uang memiliki pengertian yang hampir sama dengan pasar modal yakni sebagai tempat yang digunakan untuk memperoleh dana serta menginvestasikan dana. Meski demikian instrumen yang dijual di pasar uang merupakan instrumen dalam jangka panjang dan jangka pendek.

Adapun beberapa kegiatan usaha dari lembaga bukan bank seperti halnya yang berikut ini.

  • Menghimpun dana melalui surat-sutrat berharga dan lain sebagainya.
  • Menjadi perantara dari perusahaan-perusahaan Indonesia serta badan hukum pemerintah untuk bisa mendapatkan kredit entah yang berasal dari dalam maupun yang luar negeri.
  • Memberikan kredit entah yang jangka menengah ataupun jangka panjang terhadap proyek dari pemerintah ataupun perusahaan.
  • Melakukan penyertaan modal dalam perusahaan-perusahaan penjualan saham yang terdapat di pasar modal.
  • Sebagai perantara antara perusahaan-perusahaan dalam mendapatkan tenaga ahli di bidang keuangan.
  • Melakukan upaya usaha lain namun masih dalam lingkup keuangan setelah sebelumnya mendapatkan persetujuan dari menteri keuangan.

Lembaga keuangan bukan bank, memiliki banyak sekali fungsi terutama bagi mereka yang berada di garis ekonomi yang lemah. Alhasil, hal ini mampu menunjang pembangunan industri yang dilakukan lewat pasar modal melalui lembaga terkait. Melalui lembaga keuangan tersebut di atas, masyarakat mampu memiliki kesempatan yang lebih baik dalam mengubah kehidupan ekonominya.

Demikian tentang Pengertian, Fungsi, dan Contoh Lembaga Keuangan Bukan Bank. Semoga bermanfaat.
Back To Top